triks mengajar

0 komentar

Mengajar itu horisontal, bukan vertikal


Sifat mengajar yang horisontal berarti kita sebagai tentor menempatkan diri sama tinggi dengan siswa kita. Kita berbicara sebagai orang yang lebih dahulu tahu, bukan lebih pintar. Kita mentransfer ilmu, bukan memberi ilmu. Saya seringnya mengatakan seperti ini setelah perkenalan:

“Saya berdiri di depan anda sekalian bukan karena saya lebih pintar dari anda, namun hanya karena saya mengenal ilmu ini lebih dahulu daripada anda. Mungkin suatu saat diantara anda sekalian ada yang lebih mengerti ilmu ini daripada saya. Saya berkeyakinan kuat akan hal ini.”

Pernyataan diatas sudah memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih santai dan lebih menikmati kebersamaannya dengan anda. Jika kelas sudah santai dan dinikmati, maka pelajaran mudah diberikan. Dalam memberikan pelajaran, anggaplah kita sedang bercerita tentang pengalaman sehingga ilmu apapun itu tidak terkesan menyeramkan.

Mengajar itu memberikan motivasi


Murid yang termotivasi, tidak mencontek.
Murid yang termotivasi, tidak mencontek.
Dalam mengajar, pastikan selalu memberikan motivasi kepada murid-murid kita. Motivasi bisa dilakukan di seluruh waktu, namun ada waktu-waktu yang terbaik. 
Motivasi di pertemuan pertama

Untuk ini saya menjiplak guru SD saya dulu, namanya pak Jamari, beliau adalah guru IPA kelas 2. Saat pertemuan pertama, beliau membawa sebuah gambar Thomas Alva Edison dan memajangnya di depan kelas lalu bercerita tentang Thomas Alva Edison. Ketika saya naik kelas, saya melihat guru saya itu melakukan hal yang serupa pada adik kelas saya. Ya, setidaknya bagi anak-anak kelas 2 SD, kisah Edison itu inspiratif. :) 
Motivasi pada tengah pelajaran

Saya terbiasa memberikan hadiah bagi mereka yang dapat mengerjakan sesuatu yang saya tugaskan di tengah-tengah pelajaran. Ini saya tiru dari seorang guru biologi SMP saya. Reward itu bisa berupa makanan atau minuman dan terkadang alat tulis. Reward ini bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Mungkin untuk guru sekolah bisa dengan menjanjikan kebebasan pekerjaan rumah bagi yang dapat menjawab pertanyaan. Yah, hal-hal semacam itulah, tergantung bagaimana kreatifitas dan keadaan. 
Motivasi di akhir pelajaran

Untuk ini saya mencontoh dari tayangan di TV yang menampilkan kilasan sebelum jeda iklan. Saya terbiasa memberikan preview pelajaran selanjutnya pada bagian yang menarik sebelum kelas berakhir. Hal ini membuat siswa kita menjadi semangat untuk mengikuti kelas kita selanjutnya. Penasaran adalah senjata guru untuk membuat kelasnya menjadi diminati oleh murid-muridnya. :)

Dan tak lupa, sebagai seorang guru kita haruslah menjadi seseorang yang dapat menyakinkan murid kita bahwa mereka hebat. Kita harus bisa menanamkan kepada mereka bahwa mereka pasti bisa melakukan apa saja asalkan berusaha dengan baik. Hal ini dapat kita tempuh dengan menghindari kalimat-kalimat yang menurunkan keyakinan terhadap diri mereka sendiri. Saya sendiri berpendapat bahwa tidak ada orang bodoh, hanya saja memiliki pemahaman yang berbeda.
Mengajar itu memberikan contoh

Seorang guru SMA saya pernah mengatakan bahwa “ajarkan apa yang kamu bisa, bukan apa yang kamu tahu”. Maksudnya adalah apa yang kita ajarkan sebaiknya adalah sesuatu yang kita mengerti dan bisa kita lakukan. Lakukan dengan memberikan contoh. Ketika memberikan pelatihan, saya lebih banyak memberikan contoh dan mempraktekkan langsung supaya siswa mengerti dan tidak hanya mengimajinasikan dalam pikiran saja. Oleh karena itu sebagai guru kita harus paham konsep dari suatu hal yang diajarkan. Pemahaman konsep akan membuat kita mudah memberikan contoh apa saja dan memecahkan problematika yang mungkin dihadapi oleh para siswa.

Hal-hal diatas hanyalah sekelumit dari bagaimana mengajar yang baik. Selain dari pengalaman mengajar, pengalaman saya duduk sebagai siswa dari kecil hingga dewasa juga mempengaruhi kesimpulan tentang bagaimana seharusnya seorang guru itu mengajar. Mungkin ada yang mau menambahkan?

sumber :http://hanyalewat.com/20131070/trik-mengajar-supaya-siswa-tertarik-dan-termotivasi.html

Ketika Kita tak Bisa Menghilangkan Kebiasaan Buruk

0 komentar

Hati ini kelelahan ketika pikiran terus berusaha menyelesaikan sebuah permasalahan pelik, bagaimana menghilangkan rasa cemburu terhadap keberhasilan rekan kita? sampai akhirnya malam itupun aku kelelahan tertidur dan baru terbangun ketika adzan shubuh berkumandang.

Udara pagi terasa segar ketika aku keluar dari masjid. Hati yang awalnya dingin oleh salju cemburu telah mencair oleh hangatnya kedekatan kita pada Sang Pencipta.
Kebersihan Iman jelas berbeda dengan Keruhnya hati oleh cemburu, itu yang mulanya aku pahami. Namun baru kusadari kurang tepat bagiku ketika kata-kata itu selanjutnya berbunyi. Hati yang beriman tidak boleh cemburu oleh dunia.
Mungkin ini bukan yang terbaik tapi ini hal terindah yang bisa dilakukan oleh seorang yang hafalan Al-Qurannya kurang dari satu juz, yang bacaan al-Qurannya sehari tidak sampai satu juz, yang sholat sunnahnya hanya qobliyah dan ba’diah. Yang hangatnya keimanan belum mampu serta merta menghilangkan kerikil dingin iri dan dengki.
Apa yang dilakukan pemuda ini?
ketika cemburu datang maka ia jadikan cemburu terhadap keberhasilan sebagai motivasinya dan ia benahi pikirannya bahwa ia telah mempunyai rekan untuk menjadi penunjuk kesuksesannya dan ia turut bangga.
ketika melihat saudaranya yang tidak seberuntung dia maka ia rubah egonya menjadi ketulusan dan kasih sayang untuk meringankan beban saudaranya
Apa yang sebenarnya dilakukan pemuda ini?
Ia telah merubah pandangannya dari pribadi kecil yang dikekang oleh hal-hal negetif menjadi pribadi besar yang tak gentar oleh berbagai hal negatif yang menerpanya. Seolah ia katakan pada rasa cemburu itu, “Hai cemburu kau bukan apa-apa. Karena aku memiliki ikatan persaudaraan yang jauh lebih kuat darimu, yaitu sebagai saudara dalam Iman dan Islam”
Seolah ia katakan pada egonya, “Hai ego kau tidak lebih tinggi dari ketulusan dan kau tidak lebih lembut dari kasih sayang yang kumiliki untuk saudara ku yang seiman”
Dialah pemuda yang sadar akan porsi dirinya, ditengah deraian hal-hal negatif yang seolah tiada henti memberikan contoh buruk dalam hatinya, ketika ia tak dapat lagi menghindari rembesan cemburu, iri, dan dengki dalam hatinya. Ia ubah sedikit racun itu menjadi penawar yang semakin membesarkan pribadinya.
teringatlah ia mengenai sebuah kisah
“suatu hari Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz mendengar bahwa salah seorang anaknya membeli cincin bermata seharga seribu dirham. Maka ia segera memanggil anaknya, lalu melepaskan cincin yang baru saja dikenakan. Ia berkata, “Juallah cincin ini lalu gunakan uangnya untuk mengenyangkan seribu orang yang lapar. Kemudian belilah cincin dari besi dan ukirlah dengan kata ‘Allah merahmati orang yang mengenali harga dirinya.'”
Semoga kita menjadi orang yang mengenali harga diri kita, menjadikan dengan pengenalan itu kekuatan yang semakin memotivasi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada-NYA. Bersyukurlah atas nikmat Iman dan Islam dalam diri kita, karena demi Allah hanya itulah yang bisa membuat kita hidup dalam hangatnya ukhuwah dan dimasukkan kedalam surga-NYA
Ini hanyalah sebuah mata tangga yang harus dilewati sebelum ia menjadi semakin dekat dengan Dzat Yang Maha Sempurna.
Maka dalam moment menjelang datangnya bulan yang penuh berkah, hidayah dan ampunan dari ALLAH SWT merupakan saat yang tepat untuk membersihkan jiwa kita sebersih-bersihnya.
Dan benar-benar memantaskan diri kita untuk menyambut tamu yang mulia ini, serta semoga dapat merengkuh nikmatnya malam lailatul qadr.
 

leave me alone please don't cry Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea